RENE DESCARTES; BIOGRAFI DAN PEMIKIRAN
Sunan Kali Waru Ashter
BIOGRAFI TOKOH
Cagito Ergo Sum, inilah sebuah metode yang dihasilkan oleh Descartes dengan
menjunjung tinggi suatu keraguan untuk mengungkap sebuah kebenaran. Ia menyatakan
bahwa ketika seseorang bermimpi, dia pun akan mengalami hal yang sama ketika ia dalam
keadaan terjaga dari tidurnya (seolah-olah nyata). Jelaslah dalam hal ini, antara bermimpi
dengan apa yang dilakukan dikehidupan nyata tidak ada batasan yang jelas dan tegas. Dari hal
semacam inilah keraguan Descartes muncul. Dia pun meragukan atas keberadaan dirinya,
akan tetapi satu hal yang ia tidak dapat ragukan adalah rasa ragu itu sendiri. Inilah yang
menjadi basis filsafat Descartes, yaitu saya ragu maka saya berfikir dan saya berfikir adalah
ada. Selain Cagito Ergo Sum (aku berfikir, maka aku ada), karya yang terkenal dari Descartes
lainnya adalah Discourse de la Methode dan Meditationes de prima philosophia. Descartes
membedakan adanya tiga ide dalam diri manusia, antara lain:
1. Innate ideas adalah ide atau pemikiran bawaan sejak manusia tersebut dilahirkan.
2. Adventitious idea adalah ide yang berasal dari luar diri manusia.
3. Factitious idea adalah ide yang dilahirkan oleh fikiran itu sendiri. (Surajiyo.2008:33)
Dengan metode Descartes itulah akhirnya memunculkan kembali bahwa segala sesuatu
haruslah dipecahkan dengan rasio (rasionalisme). Melalui pembuktian, logika dan analisis
berdasarkan fakta-fakta, dari pada melalui dogma, iman maupun ajaran agama. Dengan kata
lain, semua permasalahan dapat dilihat dari sudut pandang realistis, bukan dari sebuah
kepercayaan ato takhayul. Dari sinilah Descartes memulai era Renaissance dimana akal lebih
berpotensi digunakan dari pada hati. Hal itu sama halnya seperti era keemasan Yunani kuno
yang sangat mendewakan akal sebelum pengaruh gereja di abad pertengahan muncul.
PENUTUP
Dalam sedikit pemaparan di atas mengenai Descartes, maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa:
Descartes adalah seorang pioneer filsafat modern yang lahir pada tahun 1596 dan wafat
pada tahun 1650. Sosok Descartes adalah orang yang sangat mengagumkan karena
kepribadiannya yang rendah hati dan tidak suka memamerkan keilmuannya. Semasa hidupnya
Descartes menjalani suatu fluktuasi kehidupan dimana ia akhirnya harus berusaha untuk
mengasingkan diri untuk mampu mendalami apa yang ia tekuni serta mempertajam
pemikirannya demi mendorong munculnya filsafat sebagai hasil karya dirinya. Ia membuat
metode keraguan dalam menyelasaikan sebuah permasalahan atau dengan kata lain adalah
Cagito Ergo Sum. Beberapa karya lain dari Descartes adalah Discourse de la method dan
Meditationes de prima Philosophia. Hingga suatu ketika ia meninggal karena sakit yang ia
derita saat itu.
Inilah pemaparan singkat yang dapat penulis sajikan untuk memenuhi tugas dalam mata
kuliah Filsafat Ilmu. Semoga dari pemaparan tersebut mampu memberikan tambahan ilmu
mengenai filsafat ilmu dari seorang pioneer filsafat modern yaitu Rene Descartes.
Sunan Kali Waru Ashter
Seorang tokoh filosof yang memiliki kepribadian yang sangat rendah hati dan tidak pernah menyombongkan diri dengan kemampuannya serta menjadi pioner munculnya filsafat modern, ialah Rene Descartes. Siapa yang tidak mengenal Ia, seorang yang memunculkan filosofi keraguannya yang terkenal dengan Carito Ergo Sum dan sangat berperan dalam pemikiran yang rasionalisme. Rene Descartes merupakan tokoh filosof yang mampu mengulang kembali kebangkitan pemikiran rasionalisme dari abad Yunani kuno yang telah
hilang karena tergerus dengan pengaruh gereja di abad pertengahan (Kristen). Dia adalah orang yang pertama memiliki kapasitas filosofis yang tinggi dan sangat dipengaruhi oleh ilmu fisika dan astronomi baru. Dengan perannya dalam pengembangan filsafat modern ini pula, saat ini teknologi dan ilmu pengetahuan semakin berkembang pesat.Dalam memenuhi persyaratan dalam penugasan untuk mata kuliah Filsafat Ilmu, penulis akan memaparkan mengenai siapa Rene Descartes tersebut hingga mendapat gelar sebagai bapak filsafat modern. Pemaparan tersebut meliputi: 1. Pendahuluan; penjelasan sekilas
mengenai Rene Descartes dan alasan penyusunan makalah sebagai hasil tugas. 2. Biografi
tokoh; penjelasan mengenai tokoh Rene Descartes secara lebih detail yang dimulai sejak Ia
kecil hingga tutup usianya. 3. Pemikiran tokoh; penjelasan mengenai metode atau pemikiran
(filosofi) yang Ia ciptakan. 4. Penutup; penjelasan mengenai hasil akhir dari penjelasan
dimakalah yang telah dibuat dengan membuat kesimpulan singkat. 5. Daftar pustaka;
penjelasan mengenai sumber yang didapat sebagai acuan dalam pembuatan makalah ini.
BIOGRAFI TOKOH
Descartes adalah seorang filosof modern yang lahir pada tahun1596 dan wafat pada
tahun 1650. Ia beragama katholik, akan tetapi dia juga menganut aliran Galileo yang saat itu
ditentang oleh pengaruh agama katholik. Dalam beberapa sumber telah dipaparkan bahwa
ayah Descartes merupakan seorang ketua parlemen Inggris yang mempunyai tanah yang
sangat luas, akan tetapi sepeninggalnya, Descartes menjual satu persatu tanah tersebut. Pada
saat itu (1604-1612) Ia sangat mengecam pendidikan matematika disebuah universitas karena
Ia merasa apa yang ia dapatkan d universitas-universitas lain saat itu, dengan pendidikan
matematika tersebut jauh lebih buruk. (Russel. 2004. 733). Dia mengasingkan diri untuk
mempelajari geometri saat itu karena bosan dengan kehidupan sosial di Paris. Dia menekuni
geometri tersebut disebuah daerah terpencil yang bernama Fauborg St. Germain.
Untuk lebih mengasingkan diri lagi, Ia berminat untuk bergabung dengan tentara
Belanda saat itu. Hal ini dikarenakan teman-temannya telah menemukannya dalam masa
pengasingannya. Descartes mulai menikmati masa meditasinya selama 2 tahun saat Belanda
damai pada waktu itu. Akan tetapi meletusnya perang Bavaria (1619) mendorongnya untuk
bergabung kembali sebagai tentara Belanda. Dalam masa perang tersebutlah (1619-1620) ia
mendapatkan pengalaman yang ia tuangkan dalam sebuah karyanya yang berjudul Discourse
de la methode. Karena masa itu adalah musim dingin dan ia merasa kedinginan, oleh sebab itu
ia masuk dalam perapian untuk menghangatkan diri dan berdiam diri sebagai bagian dari
meditasinya. Setelah perang usai, Descartes memutuskan untuk tinggal di Belanda.
Selama dua puluh tahun (1629-1649) Descartes tinggal di Belanda. Dia menginginkan
hidup yang damai saat itu, oleh karenanya ia menjalin kedekatan dengan kaum gereja saat itu
untuk kepentingan kaum gereja sendiri maupun Descartes. Untuk mengurangi kebenciannya
terhadap sains modern, maka melalui seorang duta besar Prancis di Stockholm (Chanur),
Descartes mengadakan korespondensi dengan ratu Christina di Swedia. Ratu tersebut
terdorong untuk mengundang Descartes datang ke istana untuk memperoleh pelajaran dari
Descartes (1649). Hal ini terjadi karena rasa kagum terhadap kiriman-kiriman dari Descartes
yang merupakan bermacam-macam karyanya. Pada saat itu Descartes harus selalu bangun
pagi karena Ratu hanya meluangkan waktunya pukul lima pagi untuk memperoleh pelajaran
dari Descartes dan bangun pagi di Skandanavia pada saat itu bukanlah pilihan yang baik
untuk seorang Descartes. Pada akhirnya pada tahun 1650 Descartes meninggal karena sakit
yang dideritanya. Dari sumber yang didapat, Descartes tidak pernah menikah, akan tetapi
mempunyai anak kandung perempuan yang meninggal saat usianya lima tahun.
PEMIKIRANCagito Ergo Sum, inilah sebuah metode yang dihasilkan oleh Descartes dengan
menjunjung tinggi suatu keraguan untuk mengungkap sebuah kebenaran. Ia menyatakan
bahwa ketika seseorang bermimpi, dia pun akan mengalami hal yang sama ketika ia dalam
keadaan terjaga dari tidurnya (seolah-olah nyata). Jelaslah dalam hal ini, antara bermimpi
dengan apa yang dilakukan dikehidupan nyata tidak ada batasan yang jelas dan tegas. Dari hal
semacam inilah keraguan Descartes muncul. Dia pun meragukan atas keberadaan dirinya,
akan tetapi satu hal yang ia tidak dapat ragukan adalah rasa ragu itu sendiri. Inilah yang
menjadi basis filsafat Descartes, yaitu saya ragu maka saya berfikir dan saya berfikir adalah
ada. Selain Cagito Ergo Sum (aku berfikir, maka aku ada), karya yang terkenal dari Descartes
lainnya adalah Discourse de la Methode dan Meditationes de prima philosophia. Descartes
membedakan adanya tiga ide dalam diri manusia, antara lain:
1. Innate ideas adalah ide atau pemikiran bawaan sejak manusia tersebut dilahirkan.
2. Adventitious idea adalah ide yang berasal dari luar diri manusia.
3. Factitious idea adalah ide yang dilahirkan oleh fikiran itu sendiri. (Surajiyo.2008:33)
Dengan metode Descartes itulah akhirnya memunculkan kembali bahwa segala sesuatu
haruslah dipecahkan dengan rasio (rasionalisme). Melalui pembuktian, logika dan analisis
berdasarkan fakta-fakta, dari pada melalui dogma, iman maupun ajaran agama. Dengan kata
lain, semua permasalahan dapat dilihat dari sudut pandang realistis, bukan dari sebuah
kepercayaan ato takhayul. Dari sinilah Descartes memulai era Renaissance dimana akal lebih
berpotensi digunakan dari pada hati. Hal itu sama halnya seperti era keemasan Yunani kuno
yang sangat mendewakan akal sebelum pengaruh gereja di abad pertengahan muncul.
PENUTUP
Dalam sedikit pemaparan di atas mengenai Descartes, maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa:
Descartes adalah seorang pioneer filsafat modern yang lahir pada tahun 1596 dan wafat
pada tahun 1650. Sosok Descartes adalah orang yang sangat mengagumkan karena
kepribadiannya yang rendah hati dan tidak suka memamerkan keilmuannya. Semasa hidupnya
Descartes menjalani suatu fluktuasi kehidupan dimana ia akhirnya harus berusaha untuk
mengasingkan diri untuk mampu mendalami apa yang ia tekuni serta mempertajam
pemikirannya demi mendorong munculnya filsafat sebagai hasil karya dirinya. Ia membuat
metode keraguan dalam menyelasaikan sebuah permasalahan atau dengan kata lain adalah
Cagito Ergo Sum. Beberapa karya lain dari Descartes adalah Discourse de la method dan
Meditationes de prima Philosophia. Hingga suatu ketika ia meninggal karena sakit yang ia
derita saat itu.
Inilah pemaparan singkat yang dapat penulis sajikan untuk memenuhi tugas dalam mata
kuliah Filsafat Ilmu. Semoga dari pemaparan tersebut mampu memberikan tambahan ilmu
mengenai filsafat ilmu dari seorang pioneer filsafat modern yaitu Rene Descartes.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar